Kapolrestabes Medan Kombes Jhonny Edison Isir/RMOLSumut

Satuan Narkoba Polrestabes Medan, berhasil 4 tersangka peredaran sabu-sabu dan pil ekstasi, Rabu (18/3/2020) pagi di Jalan Setia Budi, Medan.

Keempat tersangka itu yakni MA, WS, RN dan NA. Seorang diantaranya (MA) meninggal usai mendapat tindakan keras dan terukur dari personil akibat melakukan perlawanan.

Dari keempatnya pula, 2 tersangka diantaranya yakni RN dan NA merupakan perempuan belia. Diketahui, RN masih berumur 19 tahun dan tersangka NA 17 tahun.

Kapolrestabes Medan, Kombel Pol Jhonny Edizo Isir, saat memaparkan pengungkapan itu, Jumat (20/3/2020) di RS Bhayangkara Medan menjelaskan peran keduanya.

“NA masih berumur 17 tahun 9 bulan. Perannya membantu menyimpan barang. RN perannya mengetahui. Keempatnya punya hubungan asmara,” kata Isir.

Isir mengatakan status keduanya saat ini sudah tak pelajar lagi. Ia mengaku, pihaknya akan memberi perhatian khusus, sebab hal ini akan bersinggungan dengan peradilan pidana anak.

“Statusnya sudah tidak pelajar, karena masih anak-anak bersinggungan dengan sistem pidana peradilan anak, itu akan jadi perhatian dari penyidik,” jelas Isir.

“Kita berlaku adil untuk para perempuan akan dikenakan undang-undang berbeda. Begitu juga pelaku yang di bawah umur,” lanjutnya.

Sementara, dari hasil pengungkapan itu, disebutnya, diperoleh ada 15 kantong yang berisi sabu-sabu ada 6 kantong plastik pil ekstasi. Selain itu, turut diamankan alat komunikasi tersangka dan rekening yang diduga sebagai media transaksi.

“Totalnya itu ada 15 ribu gram sabu (15 kg) dan 60 ribu butir pil ekstasi. Kalau sabu-sabu dipakai paket hemat menjadi setengah gram saja, sudah ada 30 ribu masyarakat yang akan terkena,” lanjutnya seraya menyebut barang haram itu akan diedarkan di Kota Medan.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here