Stop Radikalisme dan Terorisme/Net

Pengurus Komisariat (PK) Ikatan Mahasiswa Muhamamdiyah (IMM) Fakultas Hukum UMSU mengadakan seminar anti terorisme dan radikalisme, Senin (23/12/2019) di Kampus UMSU.

Dengan mngambil thema ‘Anti Terorisme, Radikalisme dan Islamphobia, seminar ini dihadiri oleh seratusan peserta dengan mengundang pembicara Saad Almaedany (Kombatan NII) dan Ismail Koto, MH (Pakar Hukum UMSU).

Dalam seminar, Saad Almaedany yang tercatat pernah terlibat dengan kelompok terorisme di Indonesia mengatakan bahwa rekrutmen terorisme belakangan menyasar kelompok muda, termasuk mahasiswa.

“Belakangan, kelompok teroris kerap merekrut generasi muda karena dianggap punya kekuatan lebih dan idealisme. Perekrutan di kalangan generasi muda sering melalui isu kebencian terhadap negara. Mulai dari kemiskinan, kesenjangan dan penegakan hukum yang tidak adil” ujarnya.

“Dengan isu seperti itu, diharapkan orang akan membenci negara dan menolak tunduk pada aturan yang berlaku sehingga berani melakukan kejahatan yang mengakibatkan teror, dan sering memakan korban orang yang tidak bersalah” tambahnya.

Pakar Hukum dari UMSU, Ismail Koto mengatakan bahwa isu terorisme adalah kejahatan yang seharusnya menjadi lawan semua orang, termasuk lawan semua agama. Namun para pelaku teror sering berlindung dengan embel-embel Islam.

“Sejatinya, Islam itu menolak terorisme. Namun seringkali aksi terorisme dituduhkan sebagai ajaran Islam. Dan sayangnya, banyak pengalihan isu terorisme yang mengarah pada ajaran Islam. Ini tentu menjadi sebuah kesalahan yang mestinya diluruskan”

“Untuk menangkal itu, generasi muda harus selalu berupaya meningkatkan pengetahuan keislamannya agar bisa membedakan mana ajaran Islam yang sesungguhnya. Selain itu, generasi muda juga mesti terlibat aktif dalam memberikan pencerahan kepada masyarakat bahwa terorisme apapun alasannya adalah sebuah kejahatan” tambahnya.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here