Pengamat Sosial dan Politik, Shohibul Anshor Siregar menilai, perpecahan di tubuh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akan merugikan partai itu sendiri. Dijelaskan Shohibul, penilaiannya itu berdasarkan sosok Fahri Hamzah.

“Partai pecah bukan masalah baru. Yang saya ikuti PKS ini dari Fahri Hamzah, dia merasa tak lagi dianggap sebagai pionner disitu dan gagasannya yang berani dianggap bahaya kepada PKS,” jelasnya, Senin (13/1/2020).

Akibatnya, Dosen Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) ini menyebut jika sumber daya PKS akan berkurang. Sebab, PKS dan Gelora dilihatnya masih dalam 1 segmen.

“Sumber daya PKS akan berkurang. Bukan berarti kaderisasi di PKS tak berjalan, mereka 1 segmen, berebut di 1 kolam yang sama,” jelasnya.

Selain itu, tawaran ideologi yang dibawa Fahri membuat banyak kader-kader PKS ikut dengannya.

“Ini berbeda dengan Golkar, karena ini lebih ideologis. Maka, dengan tawaran ideologis yang dibuat oleh Fahri, banyak orang ikut dengan dia, Fahri ini patron. Gagasannya membuat dia jadi Solidarity Maker untuk orang-orang,”

Tak hanya itu, para kader PKS yang menyebrang ke Gelora Indonesia merasa lebih banyak negatifnya jika bertahan di partai itu.

“Hitung-hitungannya lebih besar mudharatnya, atau negatifnya jika bertahan disitu. Mereka lebih baik cari jalan lain untuk mengalahkan PKS. Mereka tidak kalah karena tidak ada sebuat permusyawaratan disitu,” demikian Shohibul.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here