Pengadilan Negeri Medan mengeluarkan penetapan sita eksekusi terhadap harta kekayaan STIE IBBI yang di pimpin oleh Amrin Susilo Halim sebagai tergugat, pada 9 Maret 2020. Hal itu tertuang dalam penetapan sita eksekusi nomor. 46/Eks/2019/258/Pdt.Sus-PHI/2017/PN.Mdn.

Dalam putusan itu, Ketua Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Medan telah memperhatikan dengan seksama permohonan Aanmaning dan permohonan eksekusi MR Banuara Sianipar SH yang bertindak sebagai kuasa hukum pekerja atas nama M Khairul Ikhwan Harahap MSi, selaku dosen tetap STIE IBBI.

Awalnya, Ketua pengadilan hubungan industrial PN Medan, sudah mengeluarkan teguran kepada STIE IBBI Medan Kamis (19/12/2019) Nomor 46/Eks/2019/258/Pdt.Sus-PHI/2017/PN.Mdn.

Dalam teguran itu, STIE IBBI diminta memenuhi kewajibannya selama-lamanya 8 hari sejak ditegur untuk secara sukarela melaksanakan sendiri bunyi/isi putusan tersebut. Namun sampai saat ini badan hukum Yayasan STIE IBBI Medan belum juga memenuhi kewajibannya walaupun tenggang waktu telah lampau.

Dalam penetapannya ini, Ketua Pengadilan Hubungan Industrial PN Medan memerintahkan juru sita disertai 2 orang saksi untuk melaksanakan sita eksekusi terhadap harta kekayaan milik badan hukum yayasan pendidikan STIE IBBI.

Sebelum penetapan itu, Pengadilan Hubungan Industerial dalam Amar Putusan Nomor 258/Pdt.Sus-PHI/2017/PN.Mdn tanggal 15 Januari 2018, Mengadili Dalam Eksepsi, Menolak Eksepsi Tergugat Badan Hukum Yayasan Pendidikan STIE IBBI.

Dalam pokok perkaranya mengabulkan gugatan M Khairul Ikhwan Harahap MSi, serta menghukum tergugat STIE IBBI Medan untuk membayar secara tunai hak-hak normatif penggugst berdasarkan UU Nomor 13/ 2013 tentang Ketenagakerjaan.

Selain itu, penetapan sita eksekusi oleh PN Medan juga mengacu pada Putusan Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia dalam tingkat Kasasi Nomor 46/K/Pdt.Sus-PHI/2019, tanggal 31 Januari 2019. Dalam amar lutusannya, MA menolak permohonan kasasi STIE IBBI Medan dan mengabulkan gugatan M Khairul Ikhwan Harahap.

Sementara itu, M Khairul Ikhwan Harahap, saat dikonfirmasi, Rabu (25/3/2020), menyebut STIE IBBI sebagai instansi pendidikan tak mengajarkan norma yang baik kepada generasi muda

“Tidak selayaknya sebagai institusi pendidikan yang mengajarkan nilai dan norma-norma kepada para generasi muda bangsa ini untuk tidak patuh dan taat menjalankan putusan Pengadilan Negeri Medan dan Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia yang sudah memiliki kekuatan hukum tetap,” katanya.

Tingkah STIE IBBI Medan ini juga dinilainya semakin memperburuk citra dunia pendidikan. Sebab, STIE IBBI dikatakannya telah mengajarkan kepada publik melawan hukum

“Sehingga dengan kata lain akan memberikan pengajarkan kepada publik untuk melawan hukum dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sekaligus pula menimbulkan citra buruk bagi dunia pendidikan,” demikian Khairul.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here