Talang air bangunan yang bocor di Pasar Sei Sikambing Medan membuat pasar tradisional yang meraih sertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI)‎ 8152:2015 dari PT Global Inspeksi Sertifikasi (GSI) itu selalu mengalami kebanjiran disaat turun hujan.

Pengamatan wartawan, talang air yang bocor tersebut ada di beberapa titik yaitu di Blok A posisi pedagang emas dan pakaian serta ke posisi pedagang buah dan sayur. Walau pihak pedagang sudah menampung air hujan dengan ember, banjir tidak bisa dihindari. Padahal pasar tradisional milik Pemko Medan ini direvitalisasi pada akhir tahun 2016.

Anggota DPRD Medan dari Fraksi Gerindra, Dame Duma Sari Hutagalung mengatakan pihak direksi harus segera memperbaiki talang air bocor. Sebab hal ini meresahkan pedagang yang sudah banyak membayar iuran uang kebersihan, keamanan, dan cukai.

“Direksi PD Pasar harus segera turun ke lapangan agar talang air segera diperbaiki. Karena memperbaiki talang itu tidak sampai menghabiskan banyak uang. Kan sayang aja sudah dapat predikat SNI tapi infrastruktur bangunannya ternyata tidak bagus,” katanya.

Salah seorang pedagang, R Hasibuan mengatakan talang bangunan yang bocor itu sudah terjadi hampir tiga bulanan, mulai bocornya kecil sampai sekarang melebar hingga jalanan menjadi banjir. Hal ini pernah disampaikan kepada Pengelola Pasar Sei Sekambing, tapi tidak pernah digubris.

“Pengelola pasar Sei Sikambing ini tidak peduli, talang yang bocor dibiarkan sampai kadang membuat barang dagangan ikut basah,” katanya.

Saat dikonfirmasi, Dirut PD Pasar Kota Medan Rusdi Sinuraya mengatakan pihaknya berjanji akan segera memperperbaiki talang air yang bocor tersebut.

“Sudah kami hitung kok berapa anggarannya. Dalam minggu ini segera kami perbaiki. Karena kami hanya dapat laporan kalau yang bocor bangunan lama saja bukan pada bangunan baru yang di depan,” tuturnya.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here