Ilustrasi ISIS/Net

Pemulangan 600 WNI yang menjadi eks kombatan Negara Islam Irak dan Syuriah atau yang dikenal dengan ISIS dapat berjalan baik jika penanganannya dilakukan dengan dua cara yakni pendekatan humanis dan pendekatan hukum. Demikian disampaikan Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Muhamadiyah Sunanto terkait wacana pemulangan para mantan dari organisasi teroris tersebut.

Cak Nanto -sapaan akrabnya- menjelaskan dua pendekatan tersebut merupakan cara yang sangat efektif untuk menangani mereka.

“Pertama kita tolak kembali ke Indonesia kedua kita terima dengan syarat satu pendekatan hukum dan pendekatan humanis. Pendekatan hukum mereka kita terima kembali dengan syarat dikenai hukuman sesuai hukum yang berlaku,” demikian kata Cak Nanto seperti dimuat Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (11/2).

Lebih lanjut Cak Nanto menjelaskan, pendekatan humanisme yang dimaksud ialah dengan cara menyediakan pulau khusus untuk dilakukan berbagai upaya deradikalisasi sebelum kembali ke masyarakat. Meski demikian, pendekatan ini diakui Cak Nanto akan lebih susah dan sangat rumit untuk mengembalikan kondisi eks kombatan ISIS mencintai negerinya kembali.

“Setelah kembalipun ada kontrol terus menerus untuk mengawasi mereka. Perlu menjadi catatan bagi kita semua bahwa mereka saudara kita yang tersesat jadi sudah jadi tanggung jawab kita untuk mengembalikan ke jalan yang benar. Tentu opsi ini akan lebih susah dan ribet,” pungkasnya.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here