Gibran Rakabuming Raka/Net

Jika PDI Perjuangan menerapkan sistem kaderisasi dengan ketat, maka harusnya putra sulung Jokowi Gibran Rakabuming Raka tidak akan mendapatkan rekomendasi mereka. Demikian disampaikan Direktur Paramadina Public Policy Institute (PPPI), AHmad Khoirul Umam terkait perkembangan terakhir proses yang diikuti Gibran di DPP PDI Perjuangan pada Senin 10 Februari 2020 lalu.

“Kehadiran Gibran ini menyalahi sistem kaderisasi, dia belum pernah berkontribusi apapun terhadap PDIP selaku kader, kalau dia dapat karpet merah, itu membuktikan struktur mesin politik PDIP dikendalikan oleh patrimonialisme dan hegemoni elite partai yang berkarakter tidak demokratis,” demikian kata Umam kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa malam (11/2).

Sejauh ini langkah Gibran maju di pemilihan walikota (Pilwakot) Solo sepertinya semakin mulus. Sejauh ini Partai Golkar dan Partai Gerindra memberikan sinyal politik mendukung Gibran

Gibran sebelum menjalani uji kelayakan dan kepatutan tampak sowan ke Walikota Solo Fransiskus Xaverius Hadi Rudyatmo. Ketua DPP PDIP, Puan Maharani juga menyebutkan bahwa Gibran mengkitui mekanisme pencalonan yang ada di PDIP.

Gibran sendiri mengaku dirinya akan tetap setia terhadap PDIP apabila nantinya ia gagal mendapatkan tiket rekomendasi untuk diusung sebagai calon walikota Solo.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here