Pakar Komunikasi Politik Emrus Sihombing mengatakan aksi saling lempar kursi yang terjadi di Kongres V Partai Amanat Nasional (PAN) menyampaikan dua “pesan” sekaligus kepada masyarakat.

“Pesan ini sangat-sangat tidak menguntungkan bagi perjalanan politik PAN dalam menghadapi kontestasi politik ke depan dan juga pelaksanaan kongres itu sendiri,” katanya kepada Kantor Berita RMOLSumut, Selasa (11/2).

Emrus mengatakan pesan pertama yaitu ketidakdewasaan politik. Lanjut Emrus, peristiwa yang sangat memprihatinkan ini menyampaikan makna kepada publik bahwa secara umum di PAN sedang terjadi ketidakdewasaan berpolitik dan secara khusus bagi para politisi yang melakukan tindakan saling melempar kursi di ruang kongres.

“Suka tidak suka, kejadian ini bisa menimbulkan penilaian publik atau rakyat Indonesia bahwa PAN belum menjadi partai yang dapat menyelesaikan persoalan atau perbedaan politik antar faksi di PAN secara elegan dan dewasa,” ujarnya.

Menurut Emrus, perilaku saling melempar kursi menunjukkan bahwa para politisi di PAN masih bertindak yang didominasi oleh emosi. Padahal, lanjut Emrus, fungsi sebuah partai memberikan teladan, pendidikan dan kedewasaan politik kepada masyarakat yang sekaligus merupakan wadah untuk melahirkan pemimpin legislatif dan eksekutif yang mumpuni.

“Kedua, turunnya kredibilitas para tokoh di PAN sebagai panutan. Kejadian saling melempar kursi ini sekaligus memperlihatkan kepada masyarakat bahwa kredibilitas para tokoh yang ada di PAN masih belum sepenuhnya menjadi rujukan. Kongres sebagai wadah pengambilan keputusan tertinggi telah dinodai oleh tindakan yang tidak terpuji dengan saling melempar kursi oleh sebagian orang yang ada di sana,” ujarnya.

Emrus mengatakan tentu, orang yang melakukan tersebut sudah tidak menghargai kredibilitas para tokoh yang ada di PAN itu sendiri. Lanjut Emrus, akan berbeda bila salah satu atau beberapa tokoh di PAN masih kredibel di mata mereka, maka kejadiaan saling melempar kursi tidak akan terjadi.

“Jadi, peritiwa yang terjadi Kongres V PAN tersebut tidak hanya evaluasi bagi para pelakunya, tetapi yang sangat penting merupakan introspeksi mendalam bagi para tokoh yang ada di PAN itu sendiri,” demikian Emrus.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here