Skrining TBC di Medan Terkendala Warga Enggan Diperiksa, Pemko Libatkan Aparat Kelurahan

•KESEHATAN
externalexternalexternalexternal
Skrining TBC di Medan Terkendala Warga Enggan Diperiksa, Pemko Libatkan Aparat Kelurahan
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Medan Muhammad Sofyan saat mengikuti rapat koordinasi penguatan skrining TBC dan Cek Kesehatan Gratis di Kantor Camat Medan Kota, 12 Oktober 2026/ist

Article Header Image Penemuan kasus tuberkulosis (TBC) di Kota Medan masih menghadapi kendala di lapangan. Warga yang menjadi sasaran pemeriksaan tidak semuanya bersedia datang, sementara sebagian peserta skrining justru tidak sesuai dengan kriteria yang ditetapkan.

Kondisi ini menjadi salah satu persoalan yang dibahas dalam rapat koordinasi penguatan pelacakan kasus TBC yang terintegrasi dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kantor Camat Medan Kota, Senin, 12 Oktober 2026.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan, Surya Saputra Pulungan, mengatakan keterlibatan pemerintah kecamatan dan kelurahan diperlukan untuk membantu puskesmas menjangkau warga yang benar-benar membutuhkan pemeriksaan.

Sasaran skrining antara lain orang yang tinggal serumah atau memiliki kontak erat dengan pasien TBC, warga yang mengalami gejala batuk, perokok, penyandang diabetes melitus, orang dengan HIV, serta kelompok masyarakat lain yang memiliki faktor risiko.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Medan, Sereiviana Faradillah, mengungkapkan sejumlah warga yang diundang tidak hadir karena malu atau terkendala jarak menuju lokasi pemeriksaan. Di sisi lain, warga yang datang terkadang tidak memenuhi kriteria sasaran.

Ketidaksesuaian tersebut berpengaruh terhadap pencapaian indikator program. Karena itu, pemerintah kecamatan, kelurahan, kepala lingkungan, dan kader kesehatan diminta membantu pendataan, edukasi, serta pendampingan warga.

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas melalui Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Medan, Muhammad Sofyan, meminta camat dan jajaran kewilayahan ikut membantu petugas kesehatan mengatasi kendala tersebut.

Menurut Sofyan, pendekatan langsung melalui kepala lingkungan diperlukan untuk membangun kepercayaan warga yang masih ragu menjalani pemeriksaan.

“Penanganannya, rekan-rekan camat, bantu! Bantu dukung rekan-rekan Dinas Kesehatan yang melalui UPT Puskesmas yang ada di wilayah masing-masing,” ujar Sofyan.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Sentosa Baru, Kecamatan Medan Perjuangan, Hari Putra Darmawan, mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan berbagai unsur untuk meningkatkan jumlah warga yang menjalani skrining.

“Kalau dari kami Puskesmas Sentosa Baru, pada dasarnya tetap melaksanakan kegiatan ini dengan sebaik-baiknya, koordinasi dengan lintas sektor untuk meningkatkan capaian atau target yang sudah ditentukan,” katanya.

Ia mengakui koordinasi yang telah berjalan masih perlu ditingkatkan agar masyarakat lebih bersedia datang untuk diperiksa.

Selain pelacakan kasus dan skrining, rapat tersebut membahas pembentukan Kelurahan Siaga Tuberkulosis. Program ini diarahkan untuk memperkuat peran aparat kelurahan dan masyarakat dalam mengenali gejala, mendorong pemeriksaan dini, serta membantu menemukan warga yang diduga terinfeksi TBC.

Dinas Kesehatan mengimbau warga yang mengalami gejala atau memiliki faktor risiko agar memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. Pemeriksaan dan pengobatan TBC tersedia secara gratis melalui fasilitas pelayanan kesehatan.

Pelibatan aparat kewilayahan diharapkan dapat mengatasi hambatan di lapangan. Namun, peningkatan skrining perlu diikuti dengan ketepatan sasaran agar upaya menemukan kasus TBC di Medan berjalan lebih efektif. Article Image

Editor : Abdul Manaf


Berita Terkait