Kurangnya ilmu pengetahuan dan tekhnologi bagi perempuan yang tinggal di daerah pedalaman dianggap menjadi latarbelakang meraka untuk tidak menjadi produktif. Menanggapi hal tersebut Sri Budy Novitawaty berharap pemerintah andil dalam membina perempuan-perempuan masyarakat pedalaman.

“Kita masih berharap banyak kepada pemerintah dengan program-program kerja yang mereka buat yang memang bisa menyentuh berbagai lini perempuan baik yang dipedalaman ataupun yang berada dimanapun”, ujarnya di Kantor Berita RMOLSumut (18/1/2020).

Selain pemerintah, menurutnya orang-orang yang sudah berhasil dalam membangun usahanya baik perseorangan maupun komunitas atau organisasi harus ikut serta membina perempuan-perempuan agar mampu kreatif dan bersaing di kancah pelaku usaha.

“Saya juga berharap teman-teman yang memang sudah memiliki kiprah yang cukup besar dan kemampuan yang besar untuk juga mempunyai program-program ke arah sana”, himbaunya.

Menurutnya, jika pemerintah dan seluruh pelaku usaha yang sudah berhasil mampu membina dan memberdayakan perempuan-perempuan tersebut, maka mereka akan mampu membantu suaminya memperbaiki ekonomi keluarga.

“Sebagai contoh, satu desa dibuat sebagai pengrajin mukena, di situlah kita berdayakan perempuan-perempuan. Jadi untuk perempuan-perempuan yang masih jauh dari jangkauan tekhnologi dan perkotaan tersebut mereka dapat terbantu dengan bekerjasama terhadap berbagai pihak dalam hal ini mungkin pengusahakah atau pemerintahkah dan organisasi-organisasi yang memiliki program ke arah perempuan”, jelasnya.

Udy menghimbau kepada seluruh pihak terkait untuk bersama-sama mulai berpikir apa yang bisa diperbuat terhadap mereka, pada saat sudah mampu mulailah berpikir ke arah sana.

“Saya yakin kalau kita punya niat untuk kebaikan pasti akan dibukakan Allah jalannya”, pungkasnya.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here