Penundaan penyelenggaraan Sumut Fair 2020, akibat merebaknya virus Corona (Covid-19) tak menyurutkan semangat pihak penyelenggara untuk terus memberikan yang terbaik bagi masyarakat Sumatera Utara.

Direktur PT Harmony Muda Inovasi (HMI) Pemiga Orba Yusra, menegaskan, selaku penyelenggara Sumut Fair 2020, mengapresiasi keputusan Gubsu, Edy Rahmayadi yang mengeluarkan maklumat untuk menunda Sumut Fair 2020. Hal ini untuk mencegah penyebaran virus yang saat ini menjadi momok dunia.

“Dari sisi sosial dan kemanusiaan kita sangat mengapresiasi tindakan yang sudah dilakukan Gubsu dengan menunda penyelenggaraan Sumut Fair 2020 ini. Kita semua paham kalau aspek kemanusiaan harus kita kedepankan,” ujar Pemiga yang akrab disapa Popoy ini, Jumat (20/3/2020).

Dengan adanya penundaan kegiatan Sumut Fair 2020 ini, jelas ada kerugian yang dialami pihaknya dan stakeholder yang terlibat dalam kegiatan akbar di Sumut ini.

“Kembali saya tegaskan, kita kedepankan aspek kemanusiaan. Memang dari segi bisnis bakal muncul kerugian, tapi yang pastinya kegiatan ini bukan hanya bisnis semata, tapi juga banyak hal yang harus kita perhatikan seperti sisi kemanusian dan kesehatan,” tegasnya.

Terkait pihak sponsor dan tenant dslam perhelatan akbar yang direncanakan mendatangkan 15 artis ibukota ini, sudah menyatakan komitmen untuk tetap mendukung penyelenggaraan kegiatan meskipun ada penundaan.

“Sedangkan untuk tenant yang berbasis Usaha Kecil Menengah (UKM) milik masyarakat, kita sudah membuat kebijakan khusus. Jika memang mereka mau mundur kita persilahkan, karena kita memahami bagaimana geliat UKM saat ini, dimana mereka mungkin membutuhkan modal untuk usahanya. Karena hal itu kita memberi kebijakan mempersilahkan mereka kalau mau mundur, dan kita juga membuka diri jika penyelenggaraan bisa kita laksanakan, mereka boleh kembali mendaftar,” paparnya.

Selain itu, Popoy juga menjelaskan dalam hal ini sudah ada pembahasan khusus dengan PT PPSU selaku BUMD yang menangani penyelenggaraan Sumut Fair 2020, untuk penanggulan resiko-resiko yang muncul akibat penundaan ini.

“Alhamdulillah sudah ada kesepakatan pembahasan tentang penanggulangan resiko yang muncul akibat penundaan ini,” terangnya.

Terakhir, Popoy juga meminta maaf kepada masyarakat Sumut atas penundaan ajang hiburan dan bisnis terbesar di Sumatera ini.

“Harapan kita situasi segera pulih dan pemerintah mampu segera menyelesaikan masalah yang menjadi momok bagi masyarakat ini dan kegiatan akbar kita ini bisa segera terselenggara pasca lebaran dan bertepatan dengan libur sekolah pada Juni mendatang,” tutupnya.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here