Sumut Operasikan 33 Bus Sekolah Gratis, Asahan hingga Nias Utara Kebagian

•PENDIDIKAN
externalexternalexternalexternal
Sumut Operasikan 33 Bus Sekolah Gratis, Asahan hingga Nias Utara Kebagian
Gubernur Sumut Bobby Nasution meluncurkan 33 bus gratis untuk 1.008 pelajar di lima kabupaten, Kamis, 15 Oktober 2026/ist

Article Header Image Sebanyak 1.008 pelajar di lima kabupaten di Sumatera Utara mulai mendapat layanan angkutan sekolah gratis melalui 33 bus perintis. Program ini menyasar siswa di wilayah yang akses transportasi umumnya terbatas, termasuk pelajar yang selama ini harus menempuh perjalanan puluhan kilometer untuk mencapai sekolah.

Enam bus dialokasikan untuk Kabupaten Asahan. Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin menyebut sejumlah pelajar di daerahnya harus menempuh perjalanan sekitar 25 hingga 29 kilometer menuju sekolah. Sebagian di antaranya masih mengandalkan sepeda motor untuk berangkat belajar.

“Kami bersyukur Asahan mendapatkan enam unit angkutan untuk pelajar. Ini sangat membantu anak-anak sekolah, terutama yang tinggal jauh dari sekolah. Mudah-mudahan program ini membawa kebaikan dan meningkatkan mutu pendidikan,” kata Taufik saat peluncuran operasional bus perintis gratis di SMA Negeri 1 Pulau Rakyat, Asahan, Kamis, 15 Oktober 2026.

Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution meluncurkan layanan tersebut secara daring. Selain Asahan, bus gratis itu beroperasi di Kabupaten Batubara, Padanglawas Utara, Samosir, dan Nias Utara.

Penyediaan angkutan ini diharapkan mengurangi beban biaya perjalanan sekaligus ketergantungan pelajar terhadap sepeda motor. Namun, efektivitas program akan bergantung pada kesesuaian rute, jadwal keberangkatan, dan kapasitas bus dengan kebutuhan siswa di lapangan.

Kepala Dinas Perhubungan Sumut Yuda Pratiwi Setiawan mengatakan, layanan tersebut mencakup 12 kecamatan dan 15 rute yang terhubung dengan 49 sekolah. Total penerima manfaat tercatat 1.008 pelajar.

Nias Utara mendapat alokasi terbanyak, yakni sembilan bus untuk melayani 216 siswa di lima kecamatan dan sembilan sekolah.

Sementara itu, Asahan dan Batubara masing-masing mendapat enam bus untuk 180 siswa. Di Asahan, armada tersebut melayani dua kecamatan dan 16 sekolah. Di Batubara, enam bus melayani dua kecamatan dan 12 sekolah.

Padanglawas Utara juga mendapat enam bus untuk 240 siswa di satu kecamatan dan tiga sekolah. Adapun Samosir memperoleh enam bus untuk 192 siswa di dua kecamatan dan 10 sekolah.

Menurut Yuda, seluruh armada menempuh perjalanan hingga 2.128 kilometer setiap hari. Dinas Perhubungan Sumut akan mengevaluasi rute dan memvalidasi data penerima manfaat secara berkala untuk menyesuaikan jadwal serta kapasitas angkutan.

Operasional bus juga dapat dipantau melalui aplikasi Perintis Sumut. Pemerintah provinsi merencanakan perluasan layanan secara bertahap hingga menjangkau 18 kabupaten pada 2029.

Bobby mengatakan, bus tersebut dilengkapi kamera pengawas atau CCTV untuk memantau perjalanan pelajar. Ia meminta siswa menjaga fasilitas dan mematuhi aturan keselamatan selama menggunakan angkutan gratis itu. Article Image

Editor : Abdul Manaf


Berita Terkait