Sumut Tawarkan Potensi Lobster Nias dan SDM ke Jepang

•PEMERINTAHAN
externalexternalexternalexternal
Sumut Tawarkan Potensi Lobster Nias dan SDM ke Jepang
Gubernur Sumut Bobby Nasution menyerahkan cendera mata kepada Konsul Jenderal Jepang Furugori Toru saat berpamitan di Medan/ist

Article Header Image Potensi hasil laut Kepulauan Nias, terutama lobster, menjadi salah satu peluang yang dibahas dalam penjajakan kerja sama antara Sumatera Utara dan Jepang. Selain perikanan, pengembangan sumber daya manusia (SDM), pariwisata, lingkungan, energi, hingga teknologi pertanian turut menjadi perhatian.

Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution mengatakan hasil perikanan dari Kepulauan Nias berpeluang dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri maupun luar negeri. Menurutnya, potensi tersebut perlu dilihat secara langsung agar peluang pengembangannya dapat dipetakan.

“Karena itu, jika memungkinkan, kita bisa berdiskusi langsung di lapangan untuk melihat bagaimana potensi yang ada di sana. Karena program prioritas kami di Sumatera Utara salah satunya adalah hasil laut dan perikanan. Bagaimana ini bisa menjadi besar,” ungkap Bobby Nasution.

Bobby juga menyebut pengembangan SDM menjadi bagian penting dalam hubungan Sumut dengan Jepang. Peningkatan kemampuan tenaga kerja dinilai dapat membuka lebih banyak peluang bagi pekerja asal Sumut untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di Jepang sekaligus membawa pengalaman dan keterampilan yang diperoleh saat kembali ke Indonesia.

“Kami berharap kerja sama untuk pengembangan SDM bisa terus meningkat seiring dengan kebutuhan dari Negara Jepang, dimana Sumatera Utara terus mengembangkan potensi atau meningkatkan kemampuan pekerja kita. Dan bagaimana langkah ini juga menjadi prioritas bagi Jepang,” ungkap Bobby Nasution.

Hal itu dibahas Bobby saat menerima Konsul Jenderal Jepang untuk Sumatera Bagian Utara (Sumbagut), Furugori Toru, di Medan, Jumat, 9 Oktober 2026.

Dari pihak Jepang, Furugori menyebut peluang kerja sama tidak hanya berkaitan dengan tenaga kerja. Jepang juga melihat potensi pada bidang lingkungan, sumber daya energi, dan teknologi pertanian.

Menurut Furugori, pengalaman warga Indonesia yang bekerja di Jepang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan keterampilan ketika mereka kembali ke Tanah Air. Jepang juga memiliki teknologi pengolahan limbah industri dan teknologi pertanian yang dinilai dapat diterapkan untuk meningkatkan produktivitas.

“Untuk pengembangan SDM, warga Indonesia yang bekerja di Jepang bisa membawa pengalamannya bekerja untuk bisa diterapkan di Indonesia. Juga ada teknologi pengolahan limbah industri. Termasuk teknologi pertanian sehingga bisa meningkatkan produksi,” ungkap Furugori.

Furugori mengatakan pembahasan mengenai peluang kerja sama tersebut akan diteruskan kepada pejabat yang menggantikannya setelah masa tugasnya di Sumut berakhir. Sejumlah potensi investasi di Sumut juga akan dibahas dalam pertemuan di Kedutaan Jepang di Jakarta.

Pertemuan tersebut sekaligus menjadi agenda perpisahan Furugori yang akan kembali ke Jepang setelah mengakhiri masa tugasnya di Sumut. Article Image

Editor : Abdul Manaf


Berita Terkait