Nusron Wahid/Net

Anggapan bahwa pelatihan program kartu Prakerja hanya menguntungkan platform digital besar, tidak sepenuhnya benar. SMK Berbasis Pondok Pesantren pun ternyata mampu menyelenggarakan kegiatan pelatihan program Prakerja.

“Siapa bilang Kartu Prakerja hanya dinikmati segelintir platform digital? Buktinya, SMK Ponpes sekolah kejuruan dan vokasi bisa mengadakan pelatihan juga,” kata Anggota DPR RI, Nusron Wahid dalam pernyataan seperti dilansir Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (8/5).

Nusron mengatakan, melalui program pelatihan kartu Prakerja, pengelola SMK merasa terbantu, karena ada yang membantu kurasi sehingga lebih mendekati ke dunia industri secara lebih nyata.

Pernyataan Nusron itu seiring dengan kegiatan yang digelar salah satu SMK berbasis pondok pesantren di Kabupaten Jepara yang telah menjadi mitra dalam pelaksanaan program pelatihan kartu Prakerja sejak Jumat (8/5), hari ini.

Kepala SMK Balekambang sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Balekambang Jepara, KH Miftahudin mengatakan, pihaknya sudah mulai mengadakan pelatihan dengan bekerja sama dan kolaborasi dengan platform Sekolahmu.

“Tidak benar kalau pelatihan Prakerja hanya dinikmati platform digital besar. Sebagian besar justru dinikmati sama pembuat modul, konten dan lembaga pelatihan termasuk SMK berbasis Ponpes,” ujar Miftahudin.

Koordinator Perhimpunan Pengasuh SMK Ponpes itu menambahkan,  sejumlah SMK dilibatkan melalui platform sekolahmu. Per sekolah diberi kelonggaran untuk menyediakan tiga sampai lima jenis konten pelatihan.

Nusron yang juga memiliki lembaga SMK Berbasis Pesantren menambahkan, program kartu Prakerja merupakan program Presiden Jokowi yang dapat mengisi ruang kosong di tengah-tengah pandemi Covid-19-.

“Peserta dapat insentif uang untuk mengurangi beban hidup dan dapat skill guna persiapan kerja atau usaha. Di tengah kondisi susah ini kita tidak boleh berhenti melatih SDM kita agar lebih produktif dan kompetitif.” tandasnya.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here