Tifatul Sembiring/net

Pemilihan wakil gubernur DKI Jakarta memang telah berakhir. Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria menjadi wagub terpilih berdasarkan hasil voting yang digelar DPRD DKI pada Senin (6/4). Meski sudah berakhir, namun cerita pilu pemilihan wagub DKI masih membekas di hati PKS.
Pasalnya, sedari awal Sandiaga Uno menanggalkan jabatan tersebut untuk ikut Pilpres 2019, PKS merupakan partai yang dijanjikan akan mengambil alih kursi. Bahkan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo tegas menyatakan bahwa jatah wagub adalah milik PKS. Tapi yang terjadi bertolak belakang. PKS sempat mengajukan dua nama sebagai calon yaitu Achmad Syaiku dan Agung Yulianto.

Tapi pengajuan itu seolah diabaikan oleh DPRD DKI, termasuk Gerindra sebagai koalisi. Hingga pada akhirnya, dengan alasan deadlock, pengajuan nama diulang. Kali ini, Gerindra menyumbang satu nama dan PKS juga satu nama. Gerindra mengajukan A. Riza Patria dan PKS memunculkan nama Nurmansjah Lubis. Kini Riza Patria resmi terpilih sebagai pendamping Anies Baswedan.

Sementara PKS gigit jari. Ketua DPP PKS Tifatul Sembiring pun bereaksi. Dia mengeluarkan komentar keras di akun Twitter pribadinya saat menanggapi sebuah berita mengenai kemenangan Riza Patria. “Memang kalau dari awal udah nggak niat, susah,” sindirnya, Selasa (7/4).

Seolah melemparkan sumpah serapah, mantan Menkominfo ini menegaskan bahwa siapa yang sekali menipu, maka publik tidak akan percaya untuk selamanya.

“Sekali lancung (menipu) ke ujian, seumur hidup orang tak kan percaya,” tutupnya tanpa spesifik menyebut siapa yang dimaksud.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here