Tanpa Grasak Grusuk, Brunei Darussalam Tetap Dapat Investor Dari China

Sikap tenang yang ditunjukkan oleh pemerintah Brunei Darussalam terbukti tetap efektif dalam menarik minat investor asal China untuk berinvestasi di negara yang menganut sistem kerajaan itu. Hal ini disampaikan Duta Besar Indonesia untuk Brunei Darussalam, Dr Sujatmiko dalam diskusi secara virtual bersama RMOL Network, Selasa (24/8). "Banyak investasi disini yang leading sektornya adalah China," katanya. Sujatmiko mengatakan, salah satu investasi terbesar di Brunei Darussalam saat ini adalah di bidang penyulingan minyak (Oil Refinery). Saat ini, Brunei menurutnya mampu menyuling minyak hingga 180 ribu barel per hari. "Ini membuat Brunei sudah mengimpor minyak dari kawasan Timur Tengah, mereka suling dan dijual kembali," ujarnya. Salah satu sikap tenang yang ditunjukkan oleh Brunei yakni dengan sikap mereka terkait konflik Laut China Selatan. Dalam urusan ini, pemerintah Brunei menurutnya lebih mengedepankan sikap tenang. "Meski demikian tentu kepentingan ekonomi Brunei akan tetap mereka jaga," pungkasnya.[R]


Sikap tenang yang ditunjukkan oleh pemerintah Brunei Darussalam terbukti tetap efektif dalam menarik minat investor asal China untuk berinvestasi di negara yang menganut sistem kerajaan itu.

Hal ini disampaikan Duta Besar Indonesia untuk Brunei Darussalam, Dr Sujatmiko dalam diskusi secara virtual bersama RMOL Network, Selasa (24/8).

"Banyak investasi disini yang leading sektornya adalah China," katanya.

Sujatmiko mengatakan, salah satu investasi terbesar di Brunei Darussalam saat ini adalah di bidang penyulingan minyak (Oil Refinery). Saat ini, Brunei menurutnya mampu menyuling minyak hingga 180 ribu barel per hari.

"Ini membuat Brunei sudah mengimpor minyak dari kawasan Timur Tengah, mereka suling dan dijual kembali," ujarnya.

Salah satu sikap tenang yang ditunjukkan oleh Brunei yakni dengan sikap mereka terkait konflik Laut China Selatan. Dalam urusan ini, pemerintah Brunei menurutnya lebih mengedepankan sikap tenang.

"Meski demikian tentu kepentingan ekonomi Brunei akan tetap mereka jaga," pungkasnya.