Tudingan yang menyebutkan jika Prabowo Subianto mengkhianati ummat dinilai terlalu jauh.

Hal itu dikemukakan pengamat sosial dan politik dari Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Nirwansyah Putra Panjaitan.

“Terlalu jauh jika dikatakan Prabowo mengkhianati ummat. Kalau dikatakan tak menghargai perjuangan, Prabowo sudah menjalankan, namun kalah. Jadi, terlalu melebar itu,” kata Nirwansyah, Minggu (13/10/2019).

Nirwasyah menilai, pertemuan kedua yang dilakukan Presiden Joko Widodo dan Prabowo merupakan hal yang biasa. Sebab, hingga kini belum ada keputusan apapun yang muncul pasca pertemuan itu.

“Itu hal yang biasa. Pertama itu kan belum pasti, karena pertemuan semalam Prabowo menekankan kata bila diperlukan, siap bergabung, artinya Prabowo menyerahkan bola ke Jokowi. Semua tergantung Presiden Jokowi, kalau dia perlu, pakai,” ucapnya.

Ia juga mengapresiasi langkah Jokowi mengundang Prabowo ke Istana Merdeka. Nirwansyah menilai, apa yang dilakukan Jokowi merupakan amanat dari konstitusi.

“Sistem pemerintahan kita itukan presidensil, bukan parlementer. Tak ada isitilah oposisi dalam presidensil. Jokowi harus merangkul seluruh elemen untuk menggerakkan pemerintahannya. Dia harus mengajak semuanya, karena presiden punya kewajiban untuk itu,” katanya.

Sebelumnya, Koordinator pusat Komunitas Relawan Sadar (Korsa), Amirullah Hidayat menyebut jika Prabowo telah berkhianat terhadap Ummat.

“Prabowo mengkhianati perjuangan yang dilakukan ummat dalam Pilpres 2019 lalu, telah banyak yang dikorbankan oleh ummat untuk perjuangan tersebut, bahkan sampai nyawa,” kata Amirullah, Sabtu, (12/10/2019).

Amirullah mengaku, dirinya kecewa melihat langkah politik Prabowo itu. Ia teringat terhadap korban saat tragedi 21-22 Mei 2019 lalu.

“Bagaimana perasaan keluarga, anak istri korban yang melihat pertemuan Prabowo dengan Jokowi. Kalau bicara demi kemaslahatan bangsa, kemaslahatan yang mana? Tolak ukurnya apa? Sehingga itu menjadi pilihan politik Prabowo. Belum kering kuburan korban yang meninggal pada tragedi 21-22 Mei 2019 lalu. Ini yang sangat kita kecewakan dengan pertemuan tersebut,” ungkapnya.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here