Hatice Chengiz/Net

Tunangan almarhum Jamal Khashoggi, Hatice Cengiz, menulis pada hari Selasa kepada Liga Premier untuk membatalkan pengambilalihan Newcastle United yang didukung Pura Mahkota Arab Saudi. Menurut Cengiz, dengan mengizinkan terlaksananya penjualan Newcastle, Premier League bertanggung jawab atas pembunuhan Khashoggi. Khashoggi merupakan kontributor Washington Post dan warga Amerika Serikat yang terbunuh pada 2018 ketika berada di konsulat Arab Saudi di Istanbul untuk mendapatkan dokumen di hari sebelum pernikahannya dengan Hatice Cengiz.

Para pejabat Turki mengatakan, 15 anggota pasukan Saudi mencekiknya dan memotong tubuhnya menjadi potongan-potongan. Jasadnya tidak pernah ditemukan. Dalam pasal yang dimaksud Cengiz, disebutkan larangan bagi sebuah klub untuk dikendalikan seseorang yang tindakannya akan menjadi ‘sebuah tindak pidana’ jika dilakukan di Britania Raya.

Dana Investasi Publik Arab Saudi, yang dipimpin oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman, dilaporkan akan mengambil 80 persen saham di Newcastle jika pengambilalihan yang diusulkan USD 373 juta disetujui oleh Liga Premier, seperti dikutip dari AFP, Selasa (28/4). Tetapi pengacara Cengiz mengatakan dalam sebuah surat atas namanya bahwa Liga Premier harus memblokir pengambilalihan tersebut.

“Tidak diragukan lagi tindakan yang tepat, tepat, dan sah untuk Anda (chief executive Richard Masters) dan Liga Premier untuk mengambil, terutama mengingat pembunuhan kejam tunangan Ms Cengiz,” kata pengacara dalam surat itu.

“Seharusnya tidak ada tempat di Liga Premier, dan sepak bola Inggris, bagi siapa pun yang terlibat dalam tindakan menjijikkan seperti itu.” Di dalam surat itu tertulis, “Citra Liga Primer dan sepak bola Inggris pada umumnya akan ternoda oleh koneksi Anda dengan mereka yang melakukan kejahatan paling mengerikan dan kemudian berusaha untuk menghapusnya, dan yang berusaha menggunakan sepak bola Inggris sebagai cara untuk meningkatkan citra mereka dan menyembunyikan pelanggaran mereka.”

Protes yang sama terhadap pembelian saham Newcastle United sebelumnya juga dilancarkan oleh lembaga pemerhati HAM Amnesty Internasional Inggris. Mereka mengingatkan otoritas Liga Inggris akan bahaya penggunaan citra Liga Inggris untuk menutupi jejak pelanggaran HAM yang dilakukan oleh Muhammad bin Salman.

Selain itu, ada juga protes yang dilakukan oleh beIN Sports sebagai mitra terbesar Liga Inggris dalam hal hak siar. Mereka mengingatkan bahwa telah terjadi pembajakan siaran langsung Liga Inggris oleh Arabsat, perusahaan penyedia layanan satelit milik Arab Saudi, dalam beberapa tahun terakhir.
Pengadilan Saudi pada Desember lalu menjatuhkan hukuman mati lima orang atas pembunuhan itu, dan tiga orang lainnya dijatuhi hukuman penjara yang lama dan membebaskan tiga orang yang dituntut dalam kasus tersebut. Namun, kelompok hak asasi Amnesty International mengutuk hasil sidang.

Dua tokoh teratas yang diselidiki atas pembunuhan itu, keduanya bagian dari lingkaran dalam putra mahkota, dibebaskan. Baik CIA dan utusan khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa telah secara langsung mengaitkan putra mahkota dengan pembunuhan, sebuah tuduhan yang dibantah keras oleh kerajaan.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here