Wakil Ketua DPRD Kota Medan Hadi Suhendra meminta Pemko Medan segera mengambil langkah konkret menyikapi kualitas udara Kota Medan yang masuk kategori tidak sehat akibat sebaran asap di Sumatera Utara.
Hadi meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) Medan memperkuat sosialisasi dan meningkatkan kesiapan pelayanan kesehatan, khususnya bagi masyarakat yang mengalami Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
“BMKG sudah menyampaikan bahwa sebaran asap telah sampai ke Sumatera Utara. Saat ini kualitas udara di Kota Medan masuk kategori tidak sehat. Kita minta Pemko Medan mengambil langkah konkret,” ujar Hadi Suhendra, Jumat, 18 September 2026.
Menurutnya, kondisi tersebut perlu mendapat perhatian serius karena jumlah kasus ISPA di Medan sepanjang Januari hingga Agustus 2026 telah mencapai 196.547 kasus berdasarkan data Dinkes Medan.
“Kita khawatir angka ISPA akan melonjak di bulan ini,” katanya.
Hadi meminta Dinkes Medan memanfaatkan seluruh puskesmas dan perangkat kewilayahan untuk menyosialisasikan kondisi udara serta langkah pencegahan kepada masyarakat.
Ia juga meminta seluruh rumah sakit, baik milik pemerintah maupun swasta, memastikan kesiapan pelayanan bagi masyarakat yang mengalami ISPA maupun penyakit lain yang berkaitan dengan kualitas udara.
“Dinkes Medan harus segera meningkatkan pelayanan kesehatan di tengah situasi udara tidak sehat. Pastikan seluruh rumah sakit siap memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.
Selain Dinkes, Hadi meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Medan menerbitkan surat edaran yang mewajibkan siswa menggunakan masker, terutama saat beraktivitas di luar ruangan.
“Disdikbud Medan harus segera mengeluarkan surat edaran yang mewajibkan seluruh siswa menggunakan masker. Bila perlu, siswa dapat diliburkan sementara atau mengikuti pembelajaran secara daring,” ujarnya.
Sementara itu, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Medan, dr Shereivia Faradillah, sebelumnya menyebutkan kasus ISPA di Medan sepanjang Januari-Agustus 2026 mencapai 196.547 kasus.
Kasus tersebut terdiri dari 42.608 balita, 29.695 anak, 27.986 remaja, 65.376 dewasa dan 30.882 lansia.
Sepuluh puskesmas dengan penanganan kasus ISPA terbanyak antara lain Puskesmas Helvetia, Desa Binjai, Kedai Durian, Simpang Limun, Amplas, PB Selayang II, Titipapan, Tegal Sari, Glugur Darat dan Medan Johor.
