[rmol!] Direktur Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Sumut, Kombes Pol Andi Rian mengatakan jika tersangka JP dan R dijanjikan uang sebesar 100 juta untuk membunuh Hakim PN Medan, Jamaluddin.

“100 juta itu sebatas janji. Dijanjikan umroh juga. Namun di Coffe Town ini hanya dikasih 2 juta. Itu untuk membeli peralatan seperti jaket, sarung tangan dan penutup wajah,” kata Andi Rian seusai rekonstruksi di Coffe Town, Jalan Ngumban Surbakti, Medan.

“Tersangka juga membelikan 2 Handphone yang digunakan untuk sekali komunikasi. Menurut pengakuan, Handphone itu dibuang ke sungai usai membuang almarhum,” sambung Andi.

Ditambahkan Andi, Coffe Town merupakan tempat pertama kalinya ketiga tersangka bertemu.

“Tersangka R menanyakan kepastian kepada ZH mengenai keseriusannya (membunuh Jamaluddin). Selain itu, R juga meminta ZH untuk tidak mempermainkan tersangka JP. R dengan JP merupakan saudara, beda ibu namun 1 ayah,” ungkap Andi.

“Mereka bertemu di Coffe Town itu sehari atau 2 hari setelah pertemuan di Every Day. Itu awal November dan peristiwanya akhir November,” demikian Andi.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here