Kongres V PAN menetapkan petahana Zulkifli Hasan sebagai ketua umum partai periode 2020-2025. Dia unggul dari penantang utamanya Mulfachri Harahap, dengan selisih suara 331 suara banding 225 suara. Sementara, satu calon ketua umum lainnya, Drajad Wibowo hanya mendapat enam suara.

Pengamat politik dari Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah mengatakan, tingginya perolehan suara Mulfachri diyakini akan dijadikan pertimbangan untuk merangkul anak Medan itu. Apalagi, mantan ketua Fraksi PAN DPR RI itu adalah kader utama yang ikut membesarkan PAN di garis depan.

“Membaca dukungan kepada Mulfachri Harahap yang juga tidak kecil, maka PAN perlu keseimbangan, dan Zulkifli harus melihat itu sebagai jalan tengah untuk merangkul Mulfachri Harahap,” ujar Dedi Kurnia Syah kepada redaksi, Rabu (12/2).

Ditambah, lanjut Dedi Kurnia Syah, Zulhas dalam pidatonya pasca terpilih, juga telah menegaskan, dia akan menjalin pertemanan sebanyak mungkin dan mengindari permusuhan. Dengan demikian, tidak ada alasan Zulhas mempersekusi dan melakukan pengasingan terhadap para kompetitiornya.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here