Pasien Corona Capai 200 Ribu, Rupiah Tertekan

IHSG nyaris tidak bergerak jauh dari penutupan perdagangan kemarin. IHSG selama sesi perdagangan bergerak landai dalam rentang 5.232 – 5.256. IHSG sendiri ditutup naik 13,8 poin atau naik 0.27% di level 5.244,07. Disisi lain mata uang Rupiah ditutup melemah di level 14.765 per US Dolar. Lelang SUN yang berlangsung hari ini tidak begitu berpengaruh terhadap Rupiah. Pelaku pasar terus mengkuatirkan data pertumbuhan zona Euro yang akan dirilis segera. Jika rilis data negara yang tergabung dalam Uni Eropa tersebut terpuruk lebih dalam dari perkiraan, maka pasar akan kembali diwarnai tekanan jual yang bisa memicu terjadinya tekanan pada pasar keuangan dunia. Setelah Irlandia yang melaporkan Resesi. Hari ini Jepang juga memberikan laporan terhadap revisi pertumbuhan ekonominya. Dimana negara ketiga ekonomi terbesar di dunia tersebut mengalami penurunan kinerja pertumbuhan ekonomi yang sebesar minus 28.1 di kuartal kedua 2020. Ekonomi Jepang terus mengalami kontraksi yang membuat banyak ekonom pesimis dengan perkembangan negara-negara lain di dunia. Sementara itu, dari domestik. Data penambahan jumlah kasus korona yang mencapai 3000 jiwa lebih di hari ini juga memicu terjadinya tekanan di pasar keuangan. "Sangat disayangkan jumlah pasien di tanah air telah mencapai 200 ribu jiwa lebih yang terinfeksi covid 19. Tambahan angka itu semakin menambah kekuatiran pelaku pasar, dan kerap memicu tekanan di pasar keuangan," kata pengamat ekonomi, Gunawan Benjamin, Selasa (8/9).[R]


IHSG nyaris tidak bergerak jauh dari penutupan perdagangan kemarin. IHSG selama sesi perdagangan bergerak landai dalam rentang 5.232 – 5.256. IHSG sendiri ditutup naik 13,8 poin atau naik 0.27% di level 5.244,07. Disisi lain mata uang Rupiah ditutup melemah di level 14.765 per US Dolar. Lelang SUN yang berlangsung hari ini tidak begitu berpengaruh terhadap Rupiah.

Pelaku pasar terus mengkuatirkan data pertumbuhan zona Euro yang akan dirilis segera. Jika rilis data negara yang tergabung dalam Uni Eropa tersebut terpuruk lebih dalam dari perkiraan, maka pasar akan kembali diwarnai tekanan jual yang bisa memicu terjadinya tekanan pada pasar keuangan dunia. Setelah Irlandia yang melaporkan Resesi.

Hari ini Jepang juga memberikan laporan terhadap revisi pertumbuhan ekonominya. Dimana negara ketiga ekonomi terbesar di dunia tersebut mengalami penurunan kinerja pertumbuhan ekonomi yang sebesar minus 28.1 di kuartal kedua 2020. Ekonomi Jepang terus mengalami kontraksi yang membuat banyak ekonom pesimis dengan perkembangan negara-negara lain di dunia.

Sementara itu, dari domestik. Data penambahan jumlah kasus korona yang mencapai 3000 jiwa lebih di hari ini juga memicu terjadinya tekanan di pasar keuangan.

"Sangat disayangkan jumlah pasien di tanah air telah mencapai 200 ribu jiwa lebih yang terinfeksi covid 19. Tambahan angka itu semakin menambah kekuatiran pelaku pasar, dan kerap memicu tekanan di pasar keuangan," kata pengamat ekonomi, Gunawan Benjamin, Selasa (8/9).