Nezar Djoeli/RMOLSumut

Untuk mensejahterakan masyarakat Medan Utara, Bakal Calon (Balon) Wakil Wali Kota Medan, Nezar Djoeli menyebut jika pemekaran kawasan tersebut bukan solusi.

Pernyataannya tersebut berbanding terbalik dengan Balon Wali Kota Medan, Sakhyan Asmara yang menyebut tak akan menghalangi pemekaran Medan Utara.

Meski diakuinya, selama wilayah tersebut dianggap belum mendapatkan perhatian yang serius dari Pemko Medan. Hal itu dibuktikan dengan minimnya pembangunan di wilayah tersebut.

“Kalau saya pribadi menolak pemekaran Medan Utara. Kalau pembangunan di sana maksimal, masyarakat tidak akan menyuarakan pemekaran,” jelasnya, Senin (2/12/2019).

“Alokasikan Rp 2 triliun kesana (Medan Utara), karena kalau hanya Rp15-20 miliar anggaran yang dialokasikan pertahun, Medan Utara mau jadi apa, wajar saja seperti ini,” sambungnya.

Apabila diberikan kepercayaan, ia bersama Wali Kota Medan nantinya akan fokus membangun Medan Utara agar terjadi pemerataan.

Dari kacamatanya, ia melihat Medan Utara berpotensi menjadi seperti Tanjung Priok di Jakarta dan kawasan pelabuhan di Surabaya.

Selama ini, ia melihat begitu banyak persoalan di Medan Utara mulai dari banjir, kemacetan dan lain sebagainya.

“Yang paling menonjol itu banjir rob, untuk menyelesaikannya butuh kemauan dan tekad tinggi dari kepala daerah. Jangan bilang tidak ada uang, kita akan maksimalkan APBN maupun APBD Provinsi, bisa juga dengan CSR BUMN,” paparnya.

Untuk bisa menjalankan visi misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota, ia menyebut butuh sosok berkualitas yang bisa bersinergi dengan legislatif.

“Visi misi kepala daerah tidak ada artinya ketika pembahasan ditolak oleh Banggar DPRD, makanya butuh TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah) yang solid dan bisa menterjemahkan visi misi kepala daerah,” paparnya.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here