Tata ruang Kota Medan dinilai telah berantakan dan telah menghilangkan jati dirinya sebagai kota idaman. Hal itu dikatakan anggota DPRD Medan, Dedy Akhsyari Nasution menyikapi pemandangan umum fraksi Gerindra dalam paripurna Ranperfa perubahan Perda No 13 Tahun 2011 tentang rancangan tata ruang wilayah (RTRW) kota Medan Tahun 2011-2031.

” Hal ini menunjukkan sebuah pertanda bahwa begitu ganasnya kelompok bisnis dan elit kota memanfaatkan bagian-bagian kota yang sebenarnya tidak pantas dijadikan kegiatan bisnis ,” kata Dedy, Selasa (14/1/2020).

Ia mengatakan, Kota Medan saat ini pantas disebut sebagai “unmanaged city”. Dia beralasan, bahwa kota Medan dilihat dari susunan tata ruang kota tidak lagi merupakan kota idaman sebagai mana dimaksud pada awal pendirian sebuah kota.

“Kota ini (Medan) pun tidak mungkin dapat ditata ulang sebagai kota harapan,” ucap Dedy.

Atas dasar itu, kata Dedy mempertanyakan langkah yang akan dilakukan Pemko Medan untuk menekan dampak negatif dari kehancuran tata ruang kota yang akan terjadi.

“Hendaknya Pemko Medan agar menyadari keadaan ini dan segera memulai rehabilitasi tata ruang kota secara sungguh-sungguh, tidak hanya berupa angan-angan. Karena sejatinya upaya ini akan dapat dikenang oleh stakeholder sebagai sebuah prestasi kerja Pemko Medan,” ucap Dedy.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here