Sejumlah organisasi massa umat Islam yang tergabung dalam wadah Aliansi Suara Umat Indonesia (ASUMSI) Pangkalan Brandan mengadakan pertemuan khusus untuk membahas masalah perjudian dan prostitusi di gedung IKM (rumah Minang) di Jalan By Pass, Kecamatan Sei Lepan, kemarin.

Menanggapi itu, Ketua GNPF Ulama Binjai dan Langkat, Sanni Abdul Fattah sangat mensyukuri bersatunya ummat Islam elemen masyarakat yang menolak adanya tempat perjudian, prostitusi dan narkoba.

“Kami atas nama GNPF Ulama Kota Binjai dan Langkat ikut dalam menggagas agar seluruh Ummat Islam seKota Pangkalan Berandan dan sekitarnya dapat menyampaikan keberatan sekaligus penolakan terhadap penyakit masyarakat itu,” kata Sanni, Rabu (18/3/2020).

Diakuinya, praktik perjudian dan prostitusi di Pangkalan Brandran sudah sangat marak. Sanni mengaku, pihaknya sudah terus menyoroti permasalahan itu.

“Dimana sebelumnya udah mami sampaikan kepada para awak media sebelum adanya pertemuan ini bahwa semakin merebaknya tempat perjudian dan prostitusi di daerah Teluk Aru,” sebutnya.

“Bahkan yang membuat miris adalah ternyata tempat perjudian tersebut berada di dekat seputaran masjid atau rumah ibadah,” lanjutnya.

Selain itu, Sanni juga mengapresiasi langkah Kapolsek P Brandan AKP P S Simbolon yang menyatakan komitmennya untuk menutup bisnis perjudian yang telah meresahkan masyarakat ini.

“Dan apa yang menjadi tuntutan masyarakat ternyata disambut dengan sangat baik oleh Kapolsek. Bahkan, beliau langsung saat itu juga menyatakan bahwa akan segera menutup tempat judi yang ada di Teluk Aru khususnya di Kota Pangkalan Berandan,” ucapnya.

Dalam pertemuan itu, Koordiantor ASUMSI, Fariz Riza Fahlevi, mengatakan, perjudian jackpot dan dindong seperti di Jalan Wahiddin, Dempo, Masjid berlangsung sangat terang-terangan, bahkan lokasinya berdekatan dengan rumah ibadah.

“Binsis judi dari mulai kelas kecil hingga kelas kakap makin subur. Kami minta bisnis haram ini segera diberantas,” katanya.

Kapolsek P Brandan AKP PS Simbolon, dalam pertamuan tersebut dengan tegas menyatakan komitmennya untuk menutup bisnis perjudian yang telah meresahkan masyarakat ini.

“Saya diberi amanah, karenanya saya harus siap menjalankan amanah tersebut untuk keamanan, ketertiban dan kenyamanan masyarakat P Brandan,” jelasnya.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here